Ensiklopedia Sumpah Pemuda

 

Youth Pledge

From Wikipedia, the free encyclopedia
  (Redirected from Sumpah Pemuda)
Jump to navigationJump to search

The Youth Pledge (IndonesianSumpah Pemuda) was a declaration made on 28 October 1928 by young Indonesian nationalists in the Second Youth Congress (Kongres Pemuda Kedua). They proclaimed three ideas: one motherland, one nation and one language.[1]

Background[edit]

Jong Java (Young Java) delegation.

The first Indonesian youth congress was held in Batavia, capital of the then-Dutch East Indies in 1926. It produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia. The idea are Indonesian dream of independence become dream of all Indonesian youth and all youth organization empowered efforts to mobilize youth organizations in one forum.[2]

In October 1928, the second Indonesian youth congress was held in three locations. In the first session held in the Katholieke Jongelingenbond building, the hope was expressed that the congress would inspire the feeling of unity. The second session saw discussions about educational issues held in Oost Java Bioscoop building . In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No, 106, which was a house owned by Sie Kong Lian on 28 October participants heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman played with violin .

The congress closed with a reading of the youth pledge.[3][4]

The pledge[edit]

In Indonesian, with the original spelling, the pledge reads:[3]

Pertama
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoea
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

In Indonesian with current spelling:

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

In English:

Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge to be of one nation, the nation of Indonesia.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, uphold the language of unity, Indonesian.

First Congress of Indonesian Youth[edit]

National Day

As of Presidential Decree No. 316 of 1959 dated December 16, 1959, 28 October became non-holiday national day.[5]

References


TERJEMAHAN:


Sumpah Pemuda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.


Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27—28 Oktober 1928 di Batavia (kini bernama Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.[1] Naskah orisinil diabadikan menggunakan ejaan Van Ophuijsen.

Isi sumpah[sunting | sunting sumber]

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Bunyi ketiga keputusan kongres dalam Ejaan Bahasa Indonesia (ejaan terbaru yang digunakan pada masa kini):

Pertama:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Rumusan Kongres[sunting | sunting sumber]

Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga.[2] Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[3]





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ensiklopedia Ujian Praktek TIK